Minggu, 20 April 2025

Abu Marwan bin Zuhr

Abu Marwan bin Zuhr adalah dokter terbesar kedua di Andalusia dan salah seorang dokter muslim terkemuka,bahkan termasuk dokter terkemuka sepanjang masa di dunia. Dia telah menekuni ilmu kedokteran secara autodidak dan karya-karyanya terfokus pada masalahmasalah kedokteran.

NASAB DAN NAMA PANGGILANNYA

Dia bernama Abu Marwan bin Abdul Mulk bin Abu A1-A'la Zuhr bin Muhmammad bin Marwan bin Zuhr AlIyadi. Dia dipanggil dengan nama Al-Iyadi karena nenek moyangnya berasal dari Kabilah Iyad, sebuah kabilah Arab Adnaniyah. Dalam referensi-referensi Eropa, dia dikenal dengan nama Avenzoar.Seorang orientalis senior Jerman, Carl Brockelmann, menyebut Ibnu Zuhr dalam bukunya "Tarikh Al-Adab Al-Arabiyah" dengan nama Abdul Mulk bin Abu Bakr bin Muhammad bin Marwan. Padahal sebenarnya ini adalah nama bapak Ibnu Zuh

Ibnu Zuhr berasal dari keluarga yang berprofesi sebagai dokter. Bapak, anak lakhlaki dan anak perempuannya berprofesi sebagai dokter. Kedua putrinya berprofesi sebagai dokter dengan spesialisasi kebidanan dan penyakit wanita. Keluarga besar Zuhr telah menetap diSyatibah, salah satu kota di Andalusia, semenjak abad kesepuluh Masehi. Antara abad kesepuluh dan tiga belas Masehi terdapat enam orang keturunan keluarga besar Bani Zuhr yang menonjol dalam kedokteran. Abu Marwan Zuhr (ilmuwan yang sedang kita bicarakan) menempati urutan ketiga dari enam orang tersebut. Keenam orang ilmuwan dan ahli kedokteran itu adalah sebagai berikut:

  1. Abu Marwan Abdul Mulk bin Zuhr Al-Ibadi. Dia memegang puncak kepemimpinan tertinggi dalam kedokteran di Baghdad, Kairo, dan Daniyah, di Andalusia. Dia wafat di Andalusia pada tahun 1078 M.
  2. Abu Al- A'la. Dia belajar kedokteran dan ilmu bahasa kepada bapaknya, kemudian melanjutkan pendidikan di Sevilla. Dia menonjol di era Murabithin dan pernah diangkat sebagai menteri. Abu Al-A'la menulis banyak buku, di antaranya buku yang berjudul " AlAdwiyah Al Mufradah" Dia wafat pada tahun 1131 M
  3. Abu Marwan. Dia adalah seorang ilmuwan yang akan kita bicarakan dan termasuk diantara dokter yang menonjol dari keluarga besar Bani Zuhr.
  1. Abu Bakar. Dia lahir pada tahun 1113 M dan menonjol dalam bidang kedokteran, bahasa, dan syair. Dalam bidang kedokteran, dia mengambil spesialisasi mata. Dia wafat pada tahun 1199 M.
  2. Abu Muhammad Abdullah bin Abu Bakr. Dia dilahirkan pada tahun 1182 M dan wafat pada tahun 1206 M.
  3. Abu Al-A'la Muhammad.

Sekarang kita kembali kepada pembicaraan tentang Abu Marwan bin Zuhr. Dia dilahirkan di kota Banjalur, Andalusia, pada tahun 464 H /1072 M. Masa-masa hidupnya lebih banyak dia habiskan di Sevilla. Pada awalnya dia telah mengabdikan diri kepada Al Murabithin kemudian mengabdikan diri kepada Al Muwahhidin. Dia pernah menjadi dokter pribadi Sultan Al-Muwahhidin, Abu Muhammad Abbul Mukmin bin Ali. Ibnu Zuhr wafat di kota Sevilla pada tahun 557 H/1162 M dalam usia lebih dari sembilan puluh tahun.

PENEMUAN IBNU ZUHR DALAM LLMU KEDOKTERAN

Dia berhasil mengobati penyakit pharyngoplegia dengan tiga cara terapi yang berbeda (ketiga cara terapi itu kemudian dijadikan rujukan oleh ahli kedokteran setelahnya). Di antara ketiga cara terapi itu adalah memberikan makanan kepada pasien melalui pipa yang terbuat dari perak yang berfungsi mengantarkan makanan ke perut.

  • Ibnu Zuhr berkesimpulan bahwa terapi terbaik untuk mengobati organ tubuh yang sakit adalah merendam bagian yang sakit ke dalam air dingin.
  • Penyakit jiwa bisa disebabkanolehbeberapa faktor di antaranya tekanan yang terus menerus menimpa diri dan kesehatan seseorang. Dia menyarankan agar memperlakukan orang yang sakit dengan baik dan memberikan obat penenang serta mendengarkan musik. Dia juga menyarankan agar dokter harus betul-betul paham kondisi pasien, karena itu sangat banyak membantu dalam proses pengobatan.
  • Dia membius pasien dengan cara meletakkan alat pembius di hidung dan di mulut pasi6n ketika hendak dioperasi.
  • Dia melarang pemakaian obat arus-arus. Dia pernah berkata, "Aku tidak pemah meminum arus-arus sebagai obat, kecuali aku memikirkannya beberapa hari sebelum dan sesudahnya. Obat arus-arus adalah racun." Dia menyarankan agar para dokter hati-hati dalam memberikan resep dan hendaknya mereka mengontrol reaksiobatselama tiga hari.Jika memang memungkin baru mereka menambah dosis.
  • Dia pernah melakukan operasiotak,hati, jantung, perut besar, dan dada. Hasil operasi tersebut dia tulis dalam beberapa bukunya. Operasi yang dilakukan oleh Ibnu Zuhr, kendati bukan sebuah operasi yang ada pada saat ini namun itu amat banyak memberikan sumbangsih bagi dunia kedokteran pada saat ini.
  • Dia melakukan pemeriksaan terhadap penyakit tenggorokan dengan cara memeriksa tenggorokan dengan mata telanjang dan dengan bantuan tangan yang berfungsi sebagai perasa dan peraba gerak tenggorokan dan tali suara.

KARYA IBNU ZUHR

Semua buku karya Ibnu Zuhr berbicara tentang ilmu kedokteran, yang ditulis dengan gaya bahasa ilmiah yang sangat tinggi. Buku-bukunya dipenuhi oleh istilah-istilah ilmiah yang amat istimewa dan detil yang menunjukkan keluasan dan kedalaman pengalaman ilmiahnya. Gaya bahasa yang dipakai oleh Ibnu Zuhr merupakan gaya bahasa yang membuat pembacanya merasa senang, karena bukunya dihiasi dengan hal-hal yang langka dan komentar-komenter yang mengundang tawa. Semua itu dia goreskan dalam bukunya berdasarkan pengalaman pribadi dalam dunia kedokteran. Berikut ini karya-karya penting Ibnu Zuhr:

  • " At Taisir Fi Al-Mudawalah Wa At-Tadbir." Di dalam buku ini ia mengupas tuntas buku Al-Qanun karya Ibnu Sina dan "Almilki" karya Ali bin Abbas A1 Majusi. Di dalam buku ini ia juga membicarkan tentang gejala-gejala penyakit dalam dan masalah pembedahan. Ibnu Zuhr membagi bukunya ini ke dalam tiga bagian. Masing-masing bagian berisi beberapa kajian dan setiap kajian membahas beberapa penyakit yang menimpa salah satu bagian dari organ tubuh atau bagian tertentu dari tubuh. Buku ini ia tutup dengan suatu pembahasan yang ia namai dengan Aljami', yang berisikan nama-nama resep kedokteran, bimbingan khusus tentang meracik obatobatan, dan cara pemakaiannya. Buku ini merupakan karya Ibnu Zuhr yang paling populer dan telah diterjemahkan oleh Barafisyius ke dalam bahasa Latin pada tahun 1490 M, dan setelah itu buku ini diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa Eropa lainnya.
  • " At Taghdziah." Buku ini ditulis oleh Ibnu Zuhr atas perintah Sultan A1 Muwahhidi, yaitu Abu Muhammad Abdul Mukmin bin Ali. Dalam buku ini ia berbicara tentang makanan dan minuman dengan berbagai ragamnya, makan, tidur, mandi, olah raga, dan prinsipprinsip kesehatan yang bersifat umum.
  • "Al Iqtishad Fi Ishlah Al-Anfus Wa Al-Ajsad." Buku ini ia tulis sebagai persembahan untuk Sultan Al-Murabithin, yaitu Ibrahim bin Yusuf Ibnu Tasyfin.
  • At Ta'liq Fi Ath-Thib. Berisi pesan-pesan tentang kedokteran. Manuskrip buku ini terdapat di perpustakaan Tesytir Beti di kota Dublin ibukota Republik Irlandia.
  • "At Tiryaq As Sab'ini" dan ringkasannya. Buku ini ia tulis untuk Sultan Muhammad Abdul Mukmin
  • At-Tadzkirah." Memuat arahan, bimbingan dan panduan untuk anaknya dalam mempermudah aktivitas kedokterannya. Buku inisudah diterjemahkan dan dicetak dalam bahasa Perancis.
  • " Al-Jami'." Berbicara tentang minuman dan obat yang dipakai dalam menyembuhkan penyakit.
  • "Risalah Fi'lllatai Al Barash wa Albahq" dan"Maqalah Fi' Ilali Al-Kali."

Ilmuwan senior Andalusia, Ibnu Rusyd, yang telah belajar kedokteran kepada Ibnu Zuhr mengategorikannya sebagai dokter terhebat setelah Gelenus. Namun ini sebenamya adalah hal yang masih diperselisihkan. Kami lebih cenderung mendahulukan Imam Ar- Razi, AzZahrawi dan Ibnu Sina daripada Ibnu Zuhr. Akan tetapi pendapat yang telah dikemukan oleh salah seorang ilmuwan terkemuka dalam sejarah pemikiran manusia merupakan suatu pendapat yang layak untuk dipertimbangkan dan ini sekaligus menunjukkan ketinggian derajat Ibnu Zuhr dalam kancah kedokteran pada masanya dan masa-masa berikutnya.

Previous
« Prev Post

Artikel Terkait

Copyright Ⓒ 2024 | Khazanah Islam