Ketahuilah, kaum Muslimin telah sepakat bahwa Rasulullah saw mempunyai syafa'at. Buat siapakah syafa'at itu? Apakah buat orang-orang yang bertumpuk dosanya atau buat orang-orang mukmin? Kalau mereka menjawab: Adanya syafa'at itu buat orang-orang yang bertumpuk dosanya. Maka berarti mereka telah sepakat dengan keyakinan kita. Tetapi kalau mereka menjawab: Adanya syafa'at itu buat orang-orang mukmin yang digembirakan dan dijanjikan surga. Maka katakanlah kepada mereka: Kalau itu buat orang-orang mukmin yang digembirakan dan dijanjikan surga, sementara Allah telah menjanjikannya dan tidak akan mengingkari janji-Nya, maka apakah artinya syafa'at tersebut bagi kaum yang menurut arida sendiri tidak mungkin tidak dimasukkan ke dalam surga-Nya? Lalu apa pula artinya anggapan anda yang menegaskan bahwa surga itu merupakan hak mereka dan kewajiban Allah terhadapnya? Kalau Allah tidak mungkin berbuat zhalim terhadap mereka yang tidak memiliki dosa seberat atom pun, maka mengundur-undurkan mereka darj surga adalah suatu perbuatan zhalim. Jadi, kalau pemberi syafa'at itu (Rasulullah) hanya memberikannya agar Allah tidak dikatakan zhalim, Maha Tinggi Allah dari anggapan anda yang mengada-ada.
Lalu kalau mereka berkata: Nabi saw itu menjadi perantara kepada Allah dalam hal mengajukan permohonan agar mereka memperoleh karunia-Nya, bukannya semata-mata agar mereka memperoleh surga-Nya, maka katakanlah kepada mereka: Bukankah tentang karunia itu telah dijanjikan Allah kepada mereka, sebagaimana firman-Nya, "Agar Dia menyempurnakan pahala mereka dan menambahkan karunia-Nya kepada mereka” (OS, Fathir, 35: 30). Dan Allah tidaklah mengingkari janji-Nya. Kalau menurut anda, Nabi saw itu menjadi perantara kita kepada Allah dalam hal mengajukan permohonan agar Dia tidak mengingkari janji-Nya, maka anggapan yang serupa ini merupakan anggapan yang bodoh. Sungguh, karena syafa'at itu hanya diberikan kepada orang-orang yang semestinya menerima adzab agar mereka bebas dari adzab-Nya, atau kepada orang-orang yang tidak dijanjikan-Nya sesuatu apa agar mereka pun memperoleh karunia-Nya. Adapun masalah janjilNya tentang karunia tersebut, kalau telah diikrarkan, dalam hal ini habislah perkara.
SOAL :
Kalau ada orang bertanya tentang firman Allah: "Dan mereka tiada memberi syafa'at, melainkan kepada orang yang diridhai-Nya" (OS, al-Anbiya', 21: 28). Maka jawabnya: Mereka (malaikat) itu hanya memberi syafa'at kepada orang-orang yang diridhai Allah. Bahkan telah diriwayatkan bahwa syafa'at Nabi saw itu pun diperuntukkan (hanya) bagi orang-orang yang memiliki dosa besar, sementara riwayat lain menyatakan bahwa orang-orang yang berdosa itu di suatu saat kelak akan dikeluarkan dari neraka.
« Prev Post
Next Post »